Di bawah sedar

ketika kita menjauh,
deru angin juga seakan suatu bisikan manis ke arah telingaku.
tiada yang kita mahu selain pelukan itu,
di ambang pekat malam yang dingin di bawah benderang warna bulan.

pulang,
ku bisa mati tanpa kamu.

5 comments:

Cassem Yaccob said...

mim alif ta ya.

Cassem Yaccob said...

mim alif ta ya.

fadh said...

kalau dia pulang, kiranya, deru angin itu bisikan manis lagi? pastinya lebih manis, kan? :)

hanaahmad said...

makin jauh makin rindu. makin jauh makin manis. makin jauh makin sendu. tunggulah, jangan mati lagi.

Felly Sophia said...

Aku rasa yang sama juga.